Bakpia jogja

9 Jajanan Kue Khas Yogyakarta yang Rasanya Lezat Untuk Disantap

Yogyakarta Memiliki Kue Khas yang Lezat Dinamakan

Tidak hanya makanan berat, Yogyakarta juga menawarkan jajanan berupa berbagai jenis kue. Keberadaan kue khas Yogyakarta yang lezat merupakan daya tarik bagi para pencinta kuliner. Beberapa di antaranya bahkan sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram. Penasaran apa saja?  

Jajanan Kue Khas Yogyakarta yang Rasanya Lezat

Geplak

geplak

Siapa yang menyangka bahwa keberadaan kue khas Yogyakarta yang lezat bernama geplak sudah ada sejak zaman kolonial. Konon, geplak dibuat pada saat masyarakat kesulitan bahan pangan sehingga mengubah bahan yang ada menjadi cemilan pengganjal perut.

Bahan baku yang digunakan adalah campuran gula kelapa dengan tepung beras. Dari dulu, bentuk geplak tidak berubah yakni bola-bola bulat yang tidak beraturan. Seiring perkembangan zaman, geplak juga dibuat menggunakan gula tebu.

Varian rasanya cukup menarik yakni vanila, coklat, pandan, durian dan strawberry. Selain itu, geplak juga dibuat warna-warni sesuai dengan rasa yang dimiliki. Apabila Anda menyukai makanan manis, maka wajib membeli geplak ketika berada di Jogja.

Geplak juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh. Pada umumnya, geplak akan dikemas dalam plastik kemudian dimasukan ke besek yaitu kotak yang terbuat dari bambu.

Yangko

Yangko

Jika Jepang memiliki kue mochi, maka Yogyakarta juga memiliki jenis yang serupa bernama yangko. Kue tradisional tersebut sudah dikenal sejak Kerajaan Mataram dan kerap disajikan kepada para raja-raja.

Sekarang, siapapun bisa menikmati kue yangko yang legendaris tersebut. Yangko terbuat dari beras ketan yang melalui proses panjang. Pertama, beras ketan harus dikukus lalu dikeringkan. Setelah itu, adonan digoreng tanpa minyak lalu ditumbuk.

Bumbu penyedap ditambahkan kemudian adonan yangko dipotong kotak-kotak saat sudah mengering. Tekstur yangko cukup kenyal namun tetap terasa padat. Tampilannya khas dengan balutan tepung terigu pada seluruh permukaan.

Baca Juga :  12 Tempat Menarik di Kudus Jawa Tengah untuk Mengisi Liburan

Yangko dikemas menggunakan kertas minyak berwarna putih. Anda dapat membeli yangko sebagai buah tangan bagi keluarga maupun kerabat.

Bakpia

Bakpia

Semua pasti sudah mengenal bakpia sebagai kue khas Yogyakarta yang lezat sekaligus ikon oleh-oleh dari Kota Pelajar tersebut. Namun, baru segelintir yang mengetahui bahwa bakpia merupakan hasil akulturasi Jawa dan Cina.

Karena sudah disesuaikan dengan budaya lokal, bakpia tidak dibuat dengan minyak babi dan diisi dengan daging babi. Bakpia khas Jogja dibuat tepung terigu yang dipanggang kemudian diisi oleh berbagai isian lezat yang tentu saja halal.

Adapun varian isi bakpia meliputi kacang hijau, kacang merah, keju, durian, ketan hitam, coklat, pandan, ubi ungu, ubi kuning, strawberry dan green tea.

Tidak hanya isian, bakpia Yogyakarta juga bervariasi dalam hal cara pengolahan. Anda dapat memilih antara bakpia basah, bakpia kering, bakpia kukus dan bakpia krispi. Tidak mengherankan apabila peminat bakpia tidak pernah surut.

Kembang Waru

Kembang Waru

Kudapan favorit pada zaman Kerajaan Mataram tidak hanya yangko. Pada saat itu, kue kembang waru pun digemari banyak orang karena rasanya yang lezat. Bahan utama yang digunakan mirip dengan kue bolu yakni tepung terigu, gula dan telur.

Sehingga wajar saja kalau rasanya pun hampir sama. Hanya saja, kue kembang waru memiliki bentuk yang khas yakni bunga waru dengan 8 kelopak. Bentuk tersebutlah yang menjadikan kue kembang waru berhasil menarik perhatian banyak orang.

Pemilihan bentuk bunga waru ternyata memiliki alasan. Delapan kelopak tersebut melambangkan 8 jalan utama yang terdiri dari matahari, bintang, bulan, awan, air, samudra, angin dan tanah.

Kue kembang waru cocok dijadikan cemilan pada pagi maupun sore hari. Anda bisa menikmatinya dengan segelas kopi atau teh hangat.

Baca Juga :  7 Rekomendasi Kuliner Salatiga Paling Khas dan Wajib Untuk Dicoba

Jadah Manten

Jadah Manten

Jadah manten merupakan kue khas Yogyakarta yang lezat dan kerap disajikan sebagai seserahan pernikahan. Namun sekarang ini, siapapun dapat menyantap jadah manten karena banyak toko yang menjual.

Seperti jadah pada umumnya, bahan baku yang digunakan tetap sama yakni ketan dan santan. Hanya saja, jadah manten menggunakan isian berupa daging ayam atau sapi sedangkan bagian luarnya diselimuti oleh telur dadar.

Rasa jadah manten sangat lezat dan aromanya cukup harum karena dibakar bersamaan dengan daun pisang yang menutupi sebagian jadah. Anda bisa menyantap jadah manten sebagai pengganjal perut sebelum menyantap jenis makanan berat.

Namun sebenarnya, jadah manten sudah cukup mengenyangkan karena terbuat dari ketan. Pilihan yang juga pas untuk disantap sebagai sarapan ringan.

Kipo

Kipo

Daftar kue khas Yogyakarta terus berlanjut dan sekarang saatnya Anda mengenal kue yang bernama kipo. Bahan utama kue kipo adalah tepung ketan yang diberi isian campuran parutan kelapa dan gula jawa.

Tampilan kue kipo berbentuk pipih dengan warna hijaunya yang khas. Wana tersebut dihasilkan dari campuran daun suji dan pandan. Kue kipo memiliki aroma yang harum berkat penambahan daun pandan.

Tekstur kue kipo sangat lembut dan rasanya begitu legit. Perpaduan parutan kelapa dan gula jawa memang terasa manis namun tidak berlebihan sehingga tetap cocok bagi Anda yang tidak terlalu suka makanan manis.

Kue kipo biasa disajikan di atas lembaran daun pisang. Jenis kue khas Yogyakarta ini kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh karena lebih nikmat langsung dimakan.

Legomoro

Legomoro

Kue khas Yogyakarta yang lezat bernama legomoro juga terbuat dari ketan. Sekilas bentuknya mirip dengan lemper, apalagi kue legomoro dibungkus dengan daun pisang yang kemudian dililit tali bambu.

Hanya saja, kudapan tradisional ini memiliki bentuk yang cenderung kotak, bukan memanjang seperti lemper pada umumnya. Legomoro menggunakan suwiran daging ayam sebagai isian.

Baca Juga :  9 Tempat Kuliner Makanan Khas Gresik Yang Sedap Untuk Dicoba

Soal rasa, kue legomoro sudah terbukti enak. Memakan beberapa buah saja sudah membuat Anda kenyang. Penganan khas Jogja tersebut dapat Anda nikmati bersamaan dengan gorengan, sate usus, sate telur maupun sambal.

Adrem

Adrem

Apabila Anda menyukai kue yang manis dan gurih, maka adrem wajib dicoba saat bertandang ke Yogyakarta. Bahan-bahan pembuat kue adrem meliputi tepung beras, gula jawa dan parutan kelapa.

Adonan yang sudah jadi kemudian digoreng hingga warnanya kecoklatan. Jajanan khas Jogja ini memiliki ukuran yang kecil sehingga dapat dimakan sekali suap. Kue adrem sangat mudah ditemukan di pasar tradisional seperti Pundong, Bantul dan Siluk.

Umumnya, kue adrem dikemas dalam mika atau hanya dimasukan ke dalam plastik biasa. Anda dapat membeli adrem sebagai camilan selama berkeliling di Jogja. Apabila ingin membawa pulang sebagai buah tangan, sebaiknya belilah kue adrem saat Anda akan pulang saja.

Kicak

Kicak

Pada bulan Ramadan, terdapat kue khas Yogyakarta yang lezat bernama kicak. Jajanan tradisional tersebut memang kerap dijadikan sebagai takjil karena rasanya yang manis dan gurih. Namun kini, Anda tetap bisa mendapati kicak selain di bulan Ramadan.

Kicak terbuat dari campuran jadah, gula, vanili, pandan dan nangka. Bahan-bahan tersebut menghasilkan tampilan warna kekuningan yang menggugah selera. Saat disajikan, kicak ditaburi dengan parutan kelapa.

Kue khas Jogja tersebut memiliki rasa yang manis dan gurih. Penganan yang cocok disantap pada pagi maupun sore hari saat sedang bersantai. Namun, kicak kurang pas dijadikan sebagai oleh-oleh karena termasuk kue basah yang tidak tahan lama.

Yogyakarta memang tidak pernah mengecewakan. Bukan hanya destinasi wisata yang menarik, Anda juga dimanjakan dengan beragam kue khas yang lezat. Selama di Jogja, usahakan untuk mencicipi beberapa di antaranya dan membawa kue tertentu sebagai oleh-oleh.

Check Also

Soto Gerabah

7 Rekomendasi Tempat Makan Keluarga di Jogja

Tempat Makan di Jogja Ada banyak pilihan tempat makan di Jogja yang bisa Anda kunjungi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *