Javatravel
Membaca Peluang E-Commerce Indonesia di Tahun 2022

Majapahit Teknologi – Sebelum kita mencoba membaca Peluang E-Commerce di Indonesia tahun 2022 ini. Seperti sama-sama kita tahu bahwa Mal, Supermarket, pasar tradisional serta pusat belanja merupakan tempat segala kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan manusia dapat ditemukan. Biasanya, calon pembeli cenderung menyisihkan waktu untuk berbelanja. Tetapi, karena padatnya jadwal dan aktifitas membuat kita sebagai pembeli menunda untuk membeli suatu barang.

Selain itu, jauhnya lokasi tempat belanja dan juga kemacetan dijalan dijadikan pertimbangan mengapa kita harus menunda untuk melakukan hal tersebut.

Teknologi yang kini telah merambat ke segala bidang di kehidupan masyarakat seperti yang ditawarkan jasa pembuatan toko online profesional membuat banyak dari kita memanfaatkannya untuk sesuatu yang menguntungkan.

Hal ini mengakibatkan lahirnya perdagangan secara elektronik yang memudahkan kita untuk melakukan transaksi, tanpa perlu menguras tenaga serta waktu untuk mendatangi pusat perbelanjaan.

Peluang E-Commerce Indonesia 2022

Indonesia adalah negara dengan tingkat pengguna toko online No 1 di dunia pada tahun 2021, hampir 90%, para pengguna internet dengan range umur sekitar 16 sampai dengan 64 tahun di Indonesia pernah mengorder produk atau jasa secara online.

Berdasarkan hasil dari penelitian, terdapat beberapa tren e-commerce yang perlu diantisipasi oleh pemilik usaha. Pertama, peningkatan engagement dan daya beli dari customer dari luar pulau jawa.


Prospek E-commerce di Indonesia Tahun 2022

Data dari Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) 12: 12 lalu, menunjukan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari daerah-daerah luar pulau Jawa, seperti Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, bahkan Papua, potensi seperti ini sepertinya akan terus meningkat di tahun 2022.

Kedua, konsumen di era saat ini, lebih cenderung mempunyai kebiasaan belanja dengan menggunakan flatform online sekaligus offline, para pelanggan di Indonesia cenderung melakukan riset mengenai produk yang memang akan dibeli pada toko online, selanjutnya membelinya di toko offline.

Ketiga, industri e-commerce di Indonesia telah didominasi oleh toko ritel, pertumbuhan yang bisa dibilang pesat ini, sudah difasilitasi dengan hadirnya marketplace. Oleh karena itu, mudahnya membuka toko secara online.

Pelaku bisnis di Indonesia telah menawarkan barang dan jasanya melalui platfrom digital dan juga menjangkau calon konsumen secara lebih luas.

Menanggapi beberapa tren tersebut, para pelaku usaha dan bisnis dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut, karena zaman dan teknologi sudah banyak yang berubah.

Masyarakat mulai meninggalkan cara-cara tradisional dan mulai beralih ke penggunaan teknologi, para pelaku usaha harus melakukan penggunaan teknologi baru untuk mengenalkan serta menjual produk dan jasa secara digital.

Dengan sikap pelaku usaha dan bisnis yang terbuka akan hal tersebut, bertujuan sangat bagus agar mereka tetap bisa bersaing di pasaran.

Alasan Penting Aplikasi Mobile untuk Ecommerce

Sejak tahun 2014, traffic penjualan smartphone global meningkat lebih dari sepuluh kali lipat. Lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia menggunakan smartphone saat ini. Terlebih lagi, diperkirakan bahwa jumlah yang menakjubkan ini akan tumbuh beberapa ratus juta di tahun-tahun mendatang.

Perdagangan smartphone adalah salah satu dari banyak industri yang mendapat manfaat dari tren ini. Pada tahun 2019, ini memberikan kontribusi 67,2% dari penjualan eCommerce di seluruh dunia.

Diperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya di mana perdagangan smartphone akan mencapai hampir tiga perempat dari penjualan eCommerce global.

Salah satu alasan mengapa perdagangan smartphone meningkat adalah pengguna yang menginginkan dua cara melakukan transaksi, yaitu melalui situs web mobile dan aplikasi mobile.

Hingga hari ini, tidak semua toko eCommerce memahami sepenuhnya potensi aplikasi smartphone untuk bisnis mereka. Ini adalah peluang yang terlewatkan karena aplikasi dapat mengompensasi kekurangan situs web dan meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.

7 Alasan Pentingnya Aplikasi Mobile untuk Ecommerce

Jika Anda perlu lebih yakin untuk membuat aplikasi mobile, berikut adalah tujuh alasan mengapa bisnis eCommerce memerlukannya :

Metode Penjelajahan Melalui Internet Merupakan Pilihan

Berlawanan dengan kepercayaan populer, mayoritas pengguna ponsel lebih suka berselancar di internet melalui aplikasi seluler daripada situs web seluler.

Waktu penelusuran harian pengguna ponsel AS di aplikasi enam kali lebih lama daripada di situs seluler pada 2018. Dari sisi bisnis, 78% pengguna ponsel lebih suka mengakses toko eCommerce melalui aplikasi seluler alih-alih situs web seluler.

Fungsi dari aplikasi mobile sendiri adalah seberapa banyak faktor untuk memenangkan hati pelanggan. Aplikasi menyelamatkan pelanggan dari panjangnya URL yang masuk ke akun mereka beberapa kali.

Selain itu, aplikasi memuat lebih cepat dan dapat memiliki keamanan yang lebih baik daripada situs seluler.

Pemasaran Ideal

Dengan aplikasi mobile, lebih mudah untuk memberi pelanggan pengalaman yang dipersonalisasi berdasarkan minat mereka. Anda dapat meminta aplikasi meminta pengguna memasukkan preferensi mereka setelah mengunduh.

Ditambahkan ke data lain yang direkam seperti lokasi dan perilaku penelusuran, Anda bisa menyesuaikan konten yang menarik bagi pelanggan Anda di mana pun mereka berada atau anggaran pemasaran Anda.

Selain itu, aplikasi mobile membuka saluran komunikasi yang lebih baik melalui pemberitahuan push.

Alih-alih membombardir pelanggan dengan iklan yang tidak ditargetkan, Anda harus melibatkan mereka lebih baik dengan memberi tahu mereka tentang penawaran eksklusif berdasarkan preferensi.

Singkatnya, aplikasi memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi daripada situs web dalam memasarkan merek Anda.

Retensi dan Loyalitas Pelanggan yang Lebih Baik

Aksesibilitas aplikasi mobile jauh lebih unggul daripada situs mobile. Dengan satu ketukan jari, pelanggan dapat dengan mudah untuk melihat konten & produk Anda kapan saja.

Akibatnya, pelanggan dua kali lebih mungkin untuk kembali dalam waktu 30 hari ke toko Anda daripada mereka yang mengaksesnya melalui situs mobile. Dengan demikian, Anda meningkatkan retensi pelanggan.

Selain itu, aplikasi mobile juga membantu Anda menyaring pengguna yang tidak minat pada merek Anda. Karena pengguna perlu mengunduh aplikasi terlebih dahulu, mereka cenderung melakukannya dengan niat membeli.

Selain itu, yang perlu Anda lakukan adalah tidak menyia-nyiakan kepercayaan mereka.

Tingkat Konversi Lebih Tinggi

Tingkat konversi bisnis sangat bergantung pada kegunaan, aksesibilitas, dan efisiensi platform penjualan. Konversi dianggap berhasil jika pelanggan melakukan pembelian dan menyelesaikan siklus transaksi.

Masalahnya adalah, sebagian besar pelanggan membatalkan siklus setelah menemukan ketidaknyamanan selama proses transaksi.

Dengan memenuhi semua kebutuhan pelanggan, aplikasi seluler memiliki peluang lebih besar untuk mendorong pelanggan menyelesaikan pembelian mereka daripada situs seluler.

Faktanya, aplikasi memiliki tingkat konversi sebanyak tiga kali & lebih tinggi dibandingkan dengan situs web seluler.

Fakta bahwa mereka juga meningkatkan visibilitas merek Anda lebih dari empat kali lipat adalah bonus besar lain yang tidak boleh dianggap enteng.

Tingkat Pengabaian Keranjang yang Lebih Rendah

Mencetak tingkat rata-rata 69,57%, pengabaian keranjang adalah salah satu musuh terbesar eCommerce hingga saat ini. Salah satu faktor yang membuat pelanggan mengabaikan proses transaksi mereka adalah proses checkout yang rumit.

Di AS saja, 23% pengguna menganggap alasan ini cukup merepotkan sehingga mereka memilih untuk tidak melakukan pembelian.

Meskipun ada faktor-faktor lain yang memengaruhi tingkat pengabaian keranjang, pengaturan yang dipersonalisasi aplikasi seluler dapat menyelesaikan masalah proses checkout yang kompleks.

Aplikasi seluler memiliki tingkat pengabaian keranjaan 20%, yang empat kali lebih rendah di situs desktop atau seluler.

Dengan pengaturan yang dipersonalisasi dan navigasi yang mudah yang menghilangkan gangguan, pelanggan dapat menyelesaikan transaksi mereka tanpa terlalu banyak kesulitan.

Waktu Respon Yang Lebih Cepat

Menurut survei Marketingland , pengguna cenderung menyelesaikan pembelian melalui perangkat seluler jika platform eCommerce memiliki waktu buka halaman yang lebih rendah.

Sementara aplikasi dan situs seluler terhubung ke server, aplikasi memiliki lebih sedikit data untuk ditransmisikan karena desainnya yang sederhana dan aset yang diunduh, yang menghasilkan waktu muat yang lebih cepat.

Untuk lebih mengurangi waktu buka halaman, aplikasi memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan konten pilihan mereka. Akibatnya, aplikasi hanya dapat mengambil data yang memenuhi preferensi pengguna dan bukan seluruh paket seperti situs web.

Integrasi Aplikasi Pihak Ketiga

Kelebihan lain dari memiliki aplikasi seluler adalah keterlibatan perangkat lunak dengan fitur bawaan perangkat seluler. Alat-alat seperti GPS, kamera, dan mikrofon memungkinkan Anda untuk meningkatkan kegunaan aplikasi, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan lebih menyederhanakan navigasi.

Simak Juga : Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Cyber Security

Selain itu, Anda memanfaatkan integrasi media sosial untuk memudahkan akses ke aplikasi Anda. Tidak hanya itu, tetapi Anda juga dapat menjadikannya bagian dari strategi pemasaran Anda untuk meningkatkan visibilitas merek dan membuat konten yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Singkatnya, aplikasi terbuka untuk kolaborasi dengan fitur lain untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Kesimpulan

Aplikasi mobile memiliki kemampuan yang besar untuk menumbuhkan bisnis E-Commerce. Selain mengkompensasi kerugian pada situs seluler, aplikasi juga dapatmemberikan kemudahan penggunaan, aksesibilitas & efisiensi pada tingkat konversi yang memang lebih tinggi.

Kami harap artikel ini membantu Anda memahami pentingnya memiliki aplikasi seluler untuk eCommerce dan menempatkan Anda di jalur yang benar untuk meningkatkan bisnis Anda.

Tantangan Memulai Bisnis E-Commerce & Cara Mengatasinya

Majapahit Teknologi – Perlu diketahui bahwa Indonesia sempat masuk dalam nominasi daftar Negara yang berpotensi besar dalam pertumbuhan bisnis Industri E – Commerce. Namun, hal tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Karena tentu saja untuk menggapai hal tersebut banyak sekali tantangan bisnis e-commerce yang harus di lalui terlebih dahulu.

E – Commerce atau biasa di sebut dengan bisnis online, pada saat ini memang sangatlah banyak di minati oleh Masyarakat, khususnya Masyarakat luas di Indonesia.

Mengapa demikian? Karena pada saat ini sudah banyak yang memanfaatkan kemudahan untuk memasarkan produk atau jasa melalui internet. Dimulai dari pelaku usaha rumahan hingga Perusahaan Multinasional.

Lantas, mengapa bisnis e commerce booming ? Jawabannya mudah. Karena dengan bisnis ini. Anda tidak perlu harus keluar rumah untuk berbelanja dengan santai.

Konsumen dengan sangat mudah hanya dengan 1 kali klik untuk memilih barang yang di inginkan dan memasukan barang tersebut ke dalam keranjang belanja.

Kemudian memilih metode pembayaran dan pengiriman. Setelah itu hanya tinggal menunggu barang yang di pesan untuk di kirim ke lokasi tujuan pengiriman barang.

Tentu saja sangat praktis dan simpel. Selain itu, untuk memulai bisnis e commerce, Anda tidak perlu membutuhkan modal yang besar untuk bisa ikut eksis bersaing di dunia bisnis online.

Tantangan Memulai Bisnis E-Commerce

Sangat praktis dan simpel serta hemat tenaga. Karena Anda tidak perlu berpergian jauh untuk dapat berbelanja dengan puas. Namun, perlu diketahui oleh Anda bahwa bisnis e commerce di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan besar. Hal tersebut dimulai dari logistik sampai dengan karakteristik konsumen.

Baca : Pentingnya Aplikasi Mobile Untuk Bisnis E – Commerce

Tentu sangat praktis, bukan? Akan tetapi, ketika Anda ingin memulai bisnis e-commerce di tanah air. Ternyata masih menghadapi banyaknya tantangan, dimulai dari logistik hingga karakteristik konsumen. Berikut penjelasan secara rinci.

Persaingan Kompetitor

Pada saat ini, semakin banyak pelaku bisnis e – commerce. Anda jangan sampai heran apabila semakin banyak orang yang menawarkan dengan berbagai macam produk atau jasa yang sama.

Jadi, tantangan pertama Anda adalah bersaing bersama kompetitor. Tentu banyak strategi yang mesti dilakukan agar Anda bisa bersaing bersama pelaku bisnis e commerce yang sudah lebih dulu eksis. Misalnya seperti memakai teknik digital marketing yang baik dan benar.

Selain itu, Produk atau jasa yang Anda tawarkan harus mempunyai keunggulan lebih baik dibandingkan dengan kompetitor. Tentu, hal ini akan sangat berpengaruh kepada penjualan Anda nantinya.

Alangkah baiknya, Anda meriset terlebih dahulu produk atau jasa dari kompetitor agar mengetahui letak kekurangan yang nantinya berguna untuk memperbaiki produk atau jasa yang Anda punya.

Mempelajari Karakter Pelanggan

Tantangan selanjutnya adalah Anda harus mempelajari karakter pelanggan yang bermacam – macam. Mengapa demikian? Hal tersebut berlaku seperti halnya slogan yang berbunyi “Pembeli adalah raja”.

Anda akan banyak sekali menemui karakter pembeli yang berbeda – beda. Bisa saja, Anda mendapatkan karakter pembeli yang baik dan ramah atau bahkan sebaliknya.

Namun demikian, tentu saja Anda jangan sampai terbawa emosi apabila menemukan pelanggan yang memiliki sifat unik. Seperti banyak yang bertanya, tidak ramah dan lain sebagainya.

Tetap saja Anda harus memperlakukan pelanggan Anda dengan baik. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun citra bisnis Anda harus dijaga. Tetap bersikap ramah kepada pelanggan walaupun karakter pelanggan tersebut kurang baik.

Selain itu, tidak jarang ada pelanggan yang memang baru memakai aplikasi E – Commerce sehingga tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Anda bisa membantu calon pelanggan tersebut untuk membeli produk Anda.

Tentu saja, calon pelanggan tersebut akan berterimakasih kepada Anda. Bahkan bisa saja pelanggan tersebut menjadi pelanggan tetap Anda nantinya.

Mengikuti Perkembangan Teknologi

Sebagai pelaku bisnis e commerce yang baru terjun. Anda harus mengikuti perkembangan teknologi dengan pesat. Dengan mengikuti perkembangan tersebut, Anda akan mempunyai senjata yang lebih ampuh untuk dapat memasarkan produk atau Jasa yang sedang Anda kelola.

Tantangan Bisnis E-Commerce

Baca Juga : Peluang Bisnis E – Commerce di Indonesia

Cara Mengatasi Tantangan Bisnis E-Commerce

Seperti yang sudah kita bahas. Bahwa memulai bisnis secara online, nantinya Anda akan menghadapi beberapa kendala yang pointnya sudah dibahas. Meskipun harus berhadapan dengan tantangan tersebut. Bukan berarti Anda hanya menyerah begitu saja tanpa usaha yang keras bagaimana memikirkan caranya untuk melalui tantangan tersebut.

Berikut ini adalah solusi untuk mengatasi tantangan sebelum memulai bisnis e – commerce.

Siap Menghadapi Kompetitor

Saat Anda memulai bisnis apapun itu. Tentu saja Anda akan menghadapi kompetitor yang sudah lama bergelut untuk menjual produk atau jasa yang sama dengan Anda.

Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah Anda harus bisa menggunakan strategi penjualan yang menarik dan kreatif serta pelayanan yang ramah atau memberikan give away kepada pelanggan Anda.

Menjamin Bisnis Anda Bukan Penipuan

Mungkin ada sebagian atau hampir semua pelaku bisnis e commerce pada saat membangun bisnis sering dicurigai sebagai penipu. Apalagi jika barang sedang di kirim tidak juga kunjung datang ke alamat penerima.

Cara mengatasinya adalah dengan cara memberikan testimoni sebanyak – banyaknya dari pelanggan sehingga para calon pelanggan akan percaya kepada Anda. Atau Anda bisa membuat website dengan domain berbayar. Tentu hal tersebut akan menambah keyakinan kepada calon pelanggan.

Kesimpulan

Untuk menjalankan bisnis, pastinya akan ada tantangan tersendiri. Tergantung bagaimana bisnis tersebut. Karena setiap bisnis pastinya akan memiliki masalah yang tidak sama dan tentu saja Anda harus melewati hal tersebut dengan pantang menyerah. Masih banyak solusi yang bisa dilakukan dari pada harus menyerah begitu saja. Semoga ulasan kali ini bermanfaat.

Apa Itu E-Commerce ? Pengertian, Jenis & Contohnya

Majapahit Teknologi – Dunia perdagangan kini semakin berkembang berkat adanya dukungan teknologi modern. Teknologi digital mengembangkan salah satu bidang pemasaran dengan layanan E-commerce. Apa itu e-commerce? E-commerce menjadi sistem transaksional dari proses jual beli secara virtual yang menggunakan media elektronik.

Pembuatan situs e-commerce pada dasarnya dibuat dengan basis www, atau world wide website yang mana pengguna harus terhubung internet untuk mengaksesnya.

Layanan e-commerce ini mencakup beberapa hal, yakni untuk membuat toko online, marketplace untuk berjualan, media periklanan, dan transaksi melalui dompet digital.

Sistem yang digunakan dalam proses perdagangan E-commerce pun beragam. Ada yang menggunakan sistem bisnis to bisnis, consumer to business dan lain sebagainya.

Namun pada intinya, transaksi yang dilakukan kedua pihak dalam proses perdagangan e-commerce ini dilakukan secara online tanpa adanya pertemuan secara tatap muka.

Pengertian E-Commerce

Apa itu E-Commerce? E-Commerce merupakan layanan perdagangan secara elektronik yang dalam aksesnya perlu terkoneksi dengan jaringan internet.

Proses pemasaran menggunakan layanan e-commerce ini memiliki konsep sederhana yang mana pertemuan antara penjual dan pembeli ini tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan dunia maya.

E-Commerce pada saat ini, banyak dikembangkan oleh Perusahaan besar yang menyediakan tempat untuk berdagang.

Hal ini menjadi konsep transaksi yang menghubungkan perusahaan, penjual, dan para pembeli lewat digital.

Contohnya di Indonesia terdapat perusahaan PT Tokopedia yang membuat marketplace sebagai tempat jual beli produk secara online.

Baca : Peluang Bisnis E Commerce

E-Commerce banyak diterapkan pada bisnis elektronik, yang mana dalam kegiatan usahanya hampir seluruhnya menggunakan system digital.

Mulai dari pemasaran hingga pengiriman produk kepada pembeli, hingga pembayarannya juga dilakukan secara eletronik.

Jenis E-Commerce

Dalam mekanisme transaksinya, e-commerce memiliki beberapa jenis website yang berlainan di setiap konsep yang dijalankan.

Pengelompokan jenis ini akan memudahkan perusahaan developer dalam mengembangkan situs e-commerce yang dijalankannya. Berikut ini adalah beberapa jenis e-commerce yang sering di temui masyarakat.

B2B (Business to Business)

Jenis e-commerce B2B ini dibuat dengan tujuan menghubungkan proses perdagangan antara perusahaan bisnis dengan perusahaan bisnis lainnya.

Umumnya konsep B2B ini mempertemukan supplier atau produsen dengan para pembeli grosiran dan para pengecer.

Barang yang dijual belikan pun bisa dalam jumlah yang banyak karena, oleh para pembeli grosir akan dijualkan kembali. Salah satu contohnya bisa ditemukan pada situs web ralali.com

B2C (Business to Customer)

B2C adalah jenis website e-commerce yang tujuannya menghubungkan proses perdagangan oleh perusahaan kepada para konsumen perorangan.

Proses transaksi ini memiliki mekanisme yang sederhana, yang mana perusahaan bisnis memasarkan produk-produknya secara online.

Kemudian lewat situs atau aplikasi yang dibuat, akan meraih konsumen yang berniat membeli produk dari perusahaan tersebut.

Contoh yang berkembang di Asia tenggara adalah aplikasi Lazada.

C2C (consumer to Customer)

C2C adalah jenis e-commerce yang menghubungkan antara konsumen dengan konsumen dalam sebuah transaksi jual beli.

Konsepnya, konsumen perorangan membuat sebuah akun yang bisa digunakan untuk membeli barang, dan juga bisa digunakan untuk menjual barang kepada konsumen lainnya.

Produk yang dijual bisa berupa produk baru ataupun dengan kondisi bekas/pernah terpakai. Contoh situs C2C yang sering ditemui adalah olx.com dan tokopedia.

C2B (Consumer to Business)

C2B adalah jenis website e-commerce yang dapat menghubungkan antara konsumen perorangan dengan pihak pemilik perusahaan bisnis.

Konsepnya, seorang konsumen memiliki produk ataupun hobi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan bisnis, sehingga perusahaan tersebut akan membelinya.

Contoh penerapan C2B ini pada shutterstock photo yang mana konsumen menjual foto hasil potretankan di laman situs shutterstok. Biasanya yang tertarik untuk membelinya adalah pemilik bisnis.

Baca Juga : Tantangan Bisnis E-Commerce & Cara Mengatasinya

B2A (Business to Administration)

B2A adalah jenis e-commerce yang menghubungkan sebuah perusahaan kepada pelayanan administrasi publik. Biasanya jenis konsep ini sering dipakai untuk administrasi pemerintahan.

Misalnya pada perusahaan BPJS Kesehatan yang memberikan informasi terkait administrasi kepada para pengguna layanannya.

C2A (Consumer to Administration)

C2A adalah jenis e-commerce yang mirip dengan B2A. Mekanismenya, perorangan yang menjadi salah satu pengguna layanan administrasi tertentu akan melakukan proses pembayaran atas tagihan yang ditetapkan.

Misalnya pada situs pajak.go.id, seseorang harus mengisi formulir secara online di website pemerintah untuk melakukan proses pembayaran pajak secara online.

Pahami mengenai Apa Itu E-Commerce sekarang juga !

Dengan adanya proses perdagangan melalui media elektronik ini, proses transaksi menjadi lebih mudah. Perusahaan bisa meraih banyak pelanggan hanya dengan memasarkan produknya secara digital.

Begitu pula para konsumen akan lebih mudah untuk menemukan barang barang kebutuhan dengan mudah dalam situs e-commerce pilihan.

Bagaimana Manfaat E-Commerce ?

Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat ini membuktikan bahwa semakin meningkat pula para pebisnis online yang menggunakan E-Commerce untuk menjalankan bisnisnya.

Di bawah ini merupakan beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan apabila menggunakan E-Commerce untuk menjalankan bisnis. Sebagai berikut:

24 Jam Tanpa Batas

Ketika menggunakan E-Commerce untuk menerapkan bisnis. Tentu saja Anda akan mendapatkan keuntungan berupa 24 jam tanpa batas.

Melalui media internet, konsumen bisa mengunjungi toko online secara bebas selama 24 Jam tanpa batas walaupun Anda sedang tertidur.

Biaya Terjangkau

Dengan banyaknya fitur toko online yang dapat Anda gunakan serta biaya yang sangat terjangkau dibandingkan harga toko atau sewa bangunan. Paling tidak, Anda tidak perlu memikirkan gaji karyawan, harga listrik dan lain sebagainya.

Mengelola Transaksi & Pengiriman Dengan Mudah

Anda tidak perlu bingung untuk memikirkan bagaimana caranya transaksi serta pengiriman barang. Mengapa ? Karena pada saat ini sudah banyak layanan pembayaran elektronik yang bisa dilakukan melalui media internet.

Selain itu, Anda juga bisa melacak barang melalui internet.

Jangkauan Luas

Tidak seperti toko konvesional pada umumnya, Anda hanya bisa menjangkau pelanggan hanya dari daerah yang sama. Karena dengan menggunakan E-Commerce.

Tentu saja Anda akan mendapatkan keuntungan dengan jangkauan yang sangat luas dari berbagai kota, negeri bahkan dunia.

Metode Pembayaran E-Commerce

Selain daripada banyak manfaatnya, ecommerce pun memiliki banyak metode pembayaran yang sering digunakan, yakni sebagai berikut :

Pembayaran Secara Elektronik

Saat ini, metode pembayaran ecommerce yang sering digunakan adalah dengan cara elektronik seperti internet bangkin, kartu kredit/debit atau yang lainnya seperti Ovo, Go-pay, dana dan lain-lainya.

Cash On Delivery ( Cash On Delivery )

Pastinya Anda sudah tidak asing lagi mendengar istilah COD sebagai salah satu metode pembayaran dari ecommerce yang bisa di lakukan dengan pembayaran yang telah ditentukan.

Nantinya, pembeli akan memberikan uang secara cash atau tunai kepada pihak penjual. Selain itu, pembayaran seperti ini bisa mengurangi kejatahan seperti penpuan secara online.

Via Transfer

Metode pembayaran berikutnya adalah dengan transfer seca langsung ke nomor rekening penjual. Setelah itu, barang akan di kirimkan ke alamat yang dituju melalui jasa pengiriman barang.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai pengertian serta jenis e commerce yang merupakan media perdagangan elektronik. e-commerce telah menjadi bagian transaksi online yang melengkapi toko offline.

Tujuan utamanya dibuatnya e-commerce ini untuk meraih banyak pelanggan di berbagai wilayah dalam jangkauan yang luas.

Model Bisnis Ecommerce Terpopuler di Indonesia Tahun 2022

Majapahit Teknologi – Pada saat ini layanan digital semakin bertumbuh subur dengan hadirnya banyak keunggulan untuk menjadi lebih simple, mudah dan cepat.

Oleh karena itu, dengan kehadiran layanan digital ini, menjadikan seluruh aktivitas transaksi baik secara promosi, penjualan, pembelian, bahkan sampai dengan cara pemasaran produk atau jasa yang dapat dilakukan oleh Anda hanya dengan menggunakan elektronik seperti smartphone, laptop dan lain sebagainya.

Namun, sebelum itu, Anda juga harus menentukan model bisnis dengan tujuan untuk merancang usaha Anda, mengapa ? karena tanpa tujuan model bisnis yang jelas, Anda akan kesulitan untuk memastikan tujuan bisnis yang nantinya akan ditawarkan kepada konsumen. Hal tersebut juga berlaku ketika Anda ingin menjalankan bisnis secara online.

Namun, jika Anda belum mengetahui terkait dengan Ecommerce, Anda bisa membaca ulasan lainnya dengan mengikuti tautan dibawah ini.

Baca : Apa Itu E-Commerce ? Pengertian, Jenis, Manfaat & Contohnya [ LENGKAP ]

Macam-Macam Model Bisnis Ecommerce

Untuk itu, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu mengenai model bisnis e-commerce yang akan Anda pilih nantinya. Nah, ada berbagai macam klasifikasi model bisnis ecommerce dan contohnya yang tentu saja memiliki fungsi berbeda-beda, simak sebagai berikut :

Business to Business (B2B)

Model bisnis ecommerce yang pertama adalah Business to Business (B2B) yang merupakan salah satu bisnis terbesar dengan meliputi berbagai transaksi yang dilakukan antar Perusahaan atau jenis usaha.

B2B adalah salah satu transaki terbaik. Baik secara elektronik dan juga jasa. Hal ini di karenakan sebuah kelompok yang memang menjalankan bisnis serta bukan konsumen perorangan.

Selain itu, Perusahaan dengan model bisnis ecommerce ini, biasanya akan menawarkan hal-hal yang memang tidak jauh dari inventarisasi usaha misalnya seperti peralatan kantor, mesin pabrik dan lain-lain.

Business to Consumer (B2C)

Berikutnya terdapat model bisnis yang bernama B2C, merupakan bentuk bisnis yang paling umum, mengapa ? Alasannya adalah karena Perusahaan menjual barang kepada konsumen dan user.

Tentu saja hal ini tidak sama seperti bisnis B2B seperti yang sudah di jelaskan di atas, namun model bisnis B2C ini tidak membutuhkan sama sekali usaha pemasaran yang berat.

Hal ini di karenakan sifat konsumen yang tidak membutuhkan waktu lama untuk membeli sesuatu dari binsis Business to Customer (B2C).

Selain itu, pada bisnis B2C ini, menawarkan banyak produk serta layanan yang sangat beragam. Dimulai dari kebutuhan pokok sehari-hari sampai dengan kebutuhan yang lainnya seperti fashion, dan lain-lain.

Contoh dari Perusahaan B2C di Indonesia adalah seperti Lazada, Tokopedia, dan lain-lain.

Consumer to Consumer (C2C)

Selain dari B2C, model bisnis selanjutnya adalah Consumer to Consumer atau disingkat menjadi C2C. C2C menjadi salah satu bentuk bisnis ecommerce yang paling popular dengan melakukan transaksi barang atau jasa yang memang dilakukan dari konsumen kepada konsumen.

Selain daripada itu, C2C ini juga terbagi menjadi 2, yakni :

Jika pada model bisnis C2C marketplace, konsumen akan senantiasa menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan pada suatu platform untuk dijadikan sebagai wadah transaksi.

Nah, didalam platform tersebut, konsumen yang memang bertindak sebagai penjual dapat mempromosikan berbagai produk yang nantinya ditujukan untuk dibeli oleh konsumen.

Model bisnis e-commerce C2C yang sudah dikenal oleh banyak orang di Indonesia adalah Tokopedia, Shoppe dan lain-lain.

Namun jika pada model bisnis C2C Classfied, biasanya mereka memberikan kebebasan kepada penjual dan juga pembeli dengan tujuan untuk bertransaksi secara langsung.

Website yang sudah disediakan tersebut hanya memiliki fungsi untuk mempertemukan antara penjual dan juga pembeli tetapi tidak menyediakan transaksi jual beli online.

Mereka melakukan metode transaksi dengan cara Cash On Delivery (COD). Website terkenal di Indonesia untuk bentuk bisnis Classified ini adalah OLX dan kaskus.

Consumer to Business (C2B)

C2B merupakan salah satu jenis e commerce yang memang memiliki layanan dengan tujuan untuk perorangan atau konsumen yang memiliki produk atau layanan dan menjualnya kepada Perusahaan yang membutuhkan.

Misalnya seperti website membuka layanan untuk desainer website dengan memiliki beberapa contoh logo yang telah dibuat, setelah itu nantinya akan di ajukan untuk dijual ke Perusahaan yang memang membutuhkan.

Business to Administration (B2A)

B2A ini merupakan salah satu model bisnis dari ecommerce dengan di adakannya pelayanan transaksi dari Perusahaan dengan bagian administrasi kepada public atau sebuah Lembaga masyarakat secara online. Biasanya bentuk bisnis seperti itu, seringkali diterapkan pada pada pelayanan pemerintah.

Perlu diketahui oleh Anda, jika pada B2A akan melibatkan banyak bidang, misalnya seperti jaminan social, ketenagakerjaan dan lain-lain.

Contoh website Pemerintahan yang telah menggunakan model bisnis ini adalah www.pajak.go.id, www.bpks-online.com dan lain sebagainya.

Consumer to Administration (C2A)

Selanjutnya terdapat bentuk bisnis dengan nama Consumer to Administration C2A yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan model bisnis B2A namun hanya berbeda pada prosesnya.

Pada C2A ini memberikan pelayanan dengan transaksi dari perorangan yang ditujukan untuk administrasi public dengan secara elektronik.

Nah contoh dari model bisnis C2A ini misalnya seperti pelayanan pajak pemerintah yang nantinya masyarakat mendapatkan berbagai informasi mengenai pajak dan lain sebagainya.

Online to Offline (O2O)

Terakhir merupakan model bisnis terbaru yang dimana prosesnya menggunakan dua saluran secara online maupun offline.

Sejatinya para produsen akan senantiasa melakukan promosi atau pemasaran dan menemukan konsumen serta menarik konsumen dengan meningkatkan kesadaran mereka terhadap produk atau layanan yang dilalui dengan cara online.

Setelah itu, nantinya akan diteruskan dengan membeli secara offline di toko yang sudah ditentukan. Sederhananya, bisnis model ini melakukan transaksi secara online dan mengambil pesanan secara offline yang nantinya akan diberikan kepada konsumen pun secara offline.

Contoh dari model bisnis Online to Offline (O2O) adalah seperti Gojek, Grab dan lain sebagainya.

Metode Operasi dalam Model Bisnis Ecommerce

Klasifikasi Model Bisnis E-commerce

Selain dari beberapa model bisnis ecommerce, Anda juga harus mengetahui berbagai metode yang dilakukan dalam pengoprasian ecommerce, dimulai dari mendapatkan produk, pengelolaan sampai dengan pengirimannya. Simak sebagai berikut:

Shipping

Metode pertama yang sering dilakukan adalah shipping. Sederhananya, metode shipping ini dapat dilakukan oleh semua orang, Anda hanya perlu memproduksi barang Anda sendiri dan setelah itu melakukan penjualan di website marketplace.

Setelah mendapatkan konsumen yang ingin membeli produk Anda, selanjutnya Anda hanya tinggal mengemas dan mengirimkan produk tersebut kepada pelanggan yang dapat dilakukan dengan jasa pengiriman yang sudah ditentukan sebelumnya.

Dropshipping

Cara dropshipping ini berbeda dengan shipping, Dropshipping atau lebih dikenal dengan istilah Dropsip. Anda hanya perlu memasarkan serta menjual produk seperti biasanya. Namun, produk yang Anda pasarkan tersebut disimpan juga oleh orang lain serta memasarkannya juga.

Selain daripada itu, para produsen dituntut harus lebih bertanggung jawab dalam mengemas serta mengirimkan barang atau pesanan yang dilakukan oleh dropshipper.

Menariknya, Anda juga akan mendapatkan keuntungan 100% ketika ada orang lain yang ingin menjadi dropshipper dari produk Anda.

Jika Anda bingung tidak memiliki produk, maka solusi terbaiknya adalah menjadi dropshipper. Untuk menjadi bagian dari dropshipping, biasanya Anda akan diminta untuk melakukan sejumlah registrasi dengan membayar sejumlah uang yang diberikan dalam waktu tertentu.

Wholesale

Cara berikutnya adalah Wholesale yang dimana penjualan tersebut dilakukan secara grosir. Secara sederhananya, produk tersebut akan ditawarkan dalam jumlah yang sangat banyak namun dengan harga yang lebih rendah dari harga sebenarnya.

D2C (Direct to Consumer)

Jika Anda pernah melakukan transaksi untuk melakukan pembelian produk melalui website maka artinya Anda pernah menggunakan metode dengan cara D2C.

Dengan menggunakan metode ini, Anda akan mendapatkan tantangan tersendiri, mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan jika produk yang Anda pasarkan tersebut tidak di pasarkan melalui marketplace namun hanya dengan menggunakan website sebagai metode pemasaran produk tersebut.

Salah satu cara jitu yang sering digunakan oleh pebisnis D2C ialah dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing). Hal ini bertujuan agar website tersebut dapat teroptimasi dengan baik dengan mendapatkan rangking teratas pada hasil mesin pencarian.

Jika Anda belum memahami mengenai SEO, Anda bisa membaca ulasan terkait SEO secara lengkap dibawah ini.

Private Labeling

Ketika ingin memulai sebuah bisnis, sebenarnya tidak harus memproduksi barang tersebut secara sendiri, karena hal tersebut sudah dipastikan membutuhkan modal atau dana yang besar untuk menjualnya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir jika Anda tidak memiliki modal besar karena masih ada solusi untuk mengatasi hal tersebut. Caranya adalah dengan menggunakan metode Private Labeling.

Anda bisa membuat perjanjian dan melakukan kontrak dengan Perusahaan manufaktur untuk memproduksikan produk Anda.

Oleh karena itu, metode ini adalah salah satu solusi untuk Anda lakukan jika Anda masih belum memiliki banyak modal yang besar untuk melakukan produksi sendiri.

White Labeling

Berikutnya terdapat metode yang hampir sama dengan Private Labeling. Namun, perbedaan yang mencolok dari cara bisnis ini adalah tidak melakukan perjanjian atau kontrak pada produsen lain untuk memproduksi barang Anda.

Tetapi, Anda bekerjasama dengan Perusahaan tersebut dan Anda sendirilah yang melakukan desain kemasan serta brand dari produk tersebut sebelu di pasarkan kepada konsumen.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu membutuhkan modal besar. Namun, Anda harus pintar untuk memilih niche dari produk serta Perusahaan yang menawarkan produk Anda.

Terdapat 2 kualifikasi yang harus Anda perhatikan sebelum menjalankan bisnis dengan metode seperti ini, sebagai berikut.

  • Anda harus mempertimbangkan produk apa saja yang paling banyak diminati oleh konsumen.
  • Biaya yang nantinya akan ditawarkan oleh White Labeling akan sangat berbeda. Maka dari itu, Anda harus banyak mempertimbangkan sebelum memilihnya.

Subscription atau Langganan

Terakhir terdapat cara berbisnis dengan melakukan metode subscription yang artinya bisnis tersebut memperjualkan layanan berlangganan pada produknya. Para konsumen nantinya akan mendapatkan berbagai jenis produk tertentu dalam waktu yang sudah ditentukan.

Kesimpulan

Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih, menjalankan suatu bisnis menjadi lebih mudah karena banyak sekali metode atau cara yang dilakukan agar proses bisnis tersebut dapat berjalan dengan sangat baik.

Disisi lain sebelum Anda menjalankan bisnis tersebut, Anda juga harus mengetahui model bisnis seperti apa yang nantinya akan Anda jalankan dengan mengikuti trend perkembangan bisnis saat ini.

Jadi, model bisnis seperti apa yang menjadi pilihan terbaik Anda? Tentukan sekarang juga ya ?